Lomba Bisnis Plan 2008

Posted August 20, 2008 by kuliahif07
Categories: Informasi

Lomba Bisnis Plan Pemuda 2008 adalah kegiatan yang diselenggarakan untuk kedua kalinya oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik IndonesiaDi dalam kegiatan ini, diharapkan mampu menjaring gagasan-gagasan bisnis yang inovatif, layak dan mampu diterapkan ke dalam sebuah bisnis riil, dan sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungannya.
                                                                                                                                                                            
JADWAL LOMBA

Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama 5 (lima) bulan dari bulan April hingga bulan Agustus 2008 dengan.jadwal pelaksanaan kegiatan sebagai berikut:
1. Sosialisasi Kegiatan April-Mei-Juni
2. Penerimaan Berkas Pendaftaran Mei-Juni
3. Seleksi Penilaian Berkas Juli
4. Wawancara oleh Dewan Juri Agustus
5. Penetapan Pemenang Lomba Agustus
6. Pemberian Penghargaan Oktober

PERSYARATAN UMUM KEPESERTAAN
a. Peserta adalah perorangan Warga Negara Indonesia (WNI)
b. Berusia antara 18-35 tahun pada tanggal 28 Oktober 2008
c. (dibuktikan dengan fotokopi KTP yang masih berlaku)
d. Bisnis Plan yang diperlombakan tidak melanggar peraturan perundangan yang berlaku, ketertiban umum, dan norma kesusilaan.
e. Bisnis Plan yang diperlombakan berlaku untuk perencanaan bisnis yang belum beroperasi.
f. Bisnis Plan yang diperlombakan bukan merupakan skema distributor MLM, agen asuransi, member broker property, agen penjualan investasi bursa berjangka, dan semua sistem keagenan yang serupa dengan skema tersebut.
g. Bisnis Plan yang diperlombakan tidak mengandung indikasi skema money game, arisan berantai, ataupun skema piramid.
h. Bisnis Plan yang diperlombakan harus bisa diimplementasikan sebagai bisnis nyata.
i. Bisnis Plan yang diperlombakan belum pernah keluar menjadi pemenang dalam kompetisi serupa di tingkat nasional.
j. Bisnis Plan yang dilombakan adalah karya original dari peserta, bukan merupakan plagiatisme dari bisnis plan yang telah ada. Dewan Juri berhak untuk membatalkan kemenangan peserta jika terbukti ada indikasi plagiatisme.

PENILAIAN
a. Konsep Penilaian
Penilaian dalam Lomba Bisnis Plan Pemuda 2008 melibatkan penilaian kuantitatif dan penilaian kualitatif yang dilakukan oleh tim seleksi dan Dewan juri. Hasil penilaian berupa skor atas variabel-variabel penilaian yang akan diranking oleh tim seleksi. Variabel-variabel tersebut meliputi variabel tujuan bisnis, deskripsi bisnis, perencanaan pemasaran bisnis, proyeksi keuangan bisnis, dan analisis risiko bisnis.
Sepuluh nominator dengan hasil penilaian Bisnis Plan terbaik akan diundang ke Jakarta untuk menjalani proses penjurian secara kualitatif melalui wawancara dengan Dewan Juri.

b. Bobot Penilaian
Bobot penilaian masing-masing variabel dalam Bisnis Plan yang dinilai adalah sebagai berikut:
1. Tujuan Penyusunan Bisnis Plan Bobot 10%
2. Deskripsi Produk Bobot 20%
3. Perencanaan Pemasaran Bobot 30%
4. Proyeksi Keuangan Bobot 30%
5. Analisis Resiko Bisnis Bobot 10%

c. Tahapan Penilaian
Proses Penilaian dalam Lomba Bisnis Plan Pemuda 2008 akan dilakukan dalam 2 (dua) tahap yaitu tahap Seleksi Bisnis Plan dan tahap wawancara Dewan Juri.

Kerahasiaan Informasi
• Segala informasi mengenai usaha yang diberikan menjadi hak panitia dan tidak dapat ditarik kembali.
• Panitia dan Dewan Juri menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penilaian Lomba Bisnis Plan Pemuda 2008.
• Apabila informasi akan dipublikasikan diluar kepentingan penilaian Lomba Bisnis Plan Pemuda 2008, panitia akan meminta izin tertulis terlebih dahulu dari peserta pemilik informasi tersebut.

Disclaimer
• Panitia dan Dewan Juri tidak bertanggung jawab atas kebenaran, validitas, dan akurasi informasi usaha yang diberikan serta dibebaskan sepenuhnya dari segala konsekuensi yang timbul atas ketidakbenaran informasi yang ada.
• Peserta/ pemberi informasi bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran, validitas, dan akurasi informasi usaha yang diberikan

PENDAFTARAN PESERTA

Pendaftaran peserta dapat dilakukan dengan cara mengirimkan formulir pendaftaran yang ada di Booklet Panduan Umum, daftar online, atau download di www.lombabisnisplan.com dan menyertakan Bisnis Plan yang akan diperlombakan.
Booklet Panduan Umum berisi formulir pendaftaran dan keterangan lengkap mengenai lomba dapat diperoleh di :

1. Sekretariat Lomba Bisnis Plan Pemuda 2008
Asisten Deputi Kader Kewirausahaan Pemuda
Deputi Kewirausahaan Pemuda dan Industri Olahraga
Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga
Gedung Graha Pemuda Lantai 7
Jl. Gerbang Pemuda 3, Senayan
Jakarta Pusat
Telp : 021- 5738592
Fax : 021- 5738592
Email : lombabisnisplan@gmail.com

2. Download dari www.lombabisnisplan.com

Selanjutnya peserta dapat mengirimkan aplikasi pendaftaran berisi :

1. Formulir pendaftaran yang sudah diisi lengkap
2. Bisnis Plan yang akan diperlombakan

Aplikasi pendaftaran dikirimkan ke alamat :

Sekretariat Lomba Bisnis Plan Pemuda 2008
Asisten Deputi Kader Kewirausahaan Pemuda
Deputi Kewirausahaan Pemuda dan Industri Olahraga
Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga
Gedung Graha Pemuda Lantai 7
Jl. Gerbang Pemuda 3, Senayan
Jakarta Pusat
Telp : 021- 5738592
Fax : 021- 5738592
Email : lombabisnisplan@gmail.com

PRIZES

Penghargaan bagi para pemenang dan nominator Lomba Bisnis Plan Pemuda 2008 adalah sebagai berikut:

Pemenang I :
• Penghargaan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga berupa sertifikat dan uang tunai sebesar Rp. 20.000.000,-
Pemenang II :
• Penghargaan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga berupa sertifikat dan Uang tunai sebesar Rp. 15.000.000,-
Pemenang III :
• Penghargaan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga berupa sertifikat dan uang tunai sebesar Rp. 10.000.000,-

• 7 Nominator lainnya akan mendapatkan uang pembinaan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga

CONTACT
Sekretariat Lomba Bisnis Plan Pemuda 2008
Asisten Deputi Kader Kewirausahaan Pemuda
Deputi Bidang Kewirausahaan Pemuda
dan Industri Olahraga
Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga
Gedung Graha Pemuda Lantai 7
Jl. Gerbang Pemuda 3, Senayan
Jakarta Pusat
Telp : 021- 5738592
Fax : 021- 5738592
Email : lombabisnisplan@gmail.com
CP : 0817 657 9630 attn Jaka
0818 601 457 attn Poetri

 

Pemilihan Jurusan/Fakultas

Posted August 20, 2008 by kuliahif07
Categories: Informasi

Menjelang masuk hari perkuliahan, mahasiswa tingkat dua maupun yang akan masuk tingkat tiga harus memilih jurusan atau fakultas yang dikehendaki. Kebanyakan mahasiswa masih bingung untuk memilih program studi masing-masing, termasuk saya. Di sini saya akan membahas dikhususkan untuk mahasiswa IF (Informatika) dan STI (Sistem dan Teknologi Iformasi).

Banyak pertimbangan seseorang akan memilih jurusan STI atau INformatika. Informatika juga dibagi atas dua subjurusan yaitu Science Computer dan RPL (REkayasa Perangkat Lunak). Semua Jurusan yang saya sebutkan adalah jurusan yang berhubungan dengan dunia komputer, software dan informasi. Disini juga saya akan membahas tentang materi dan prospek kerja yang akan dijalani kedua jurusan tersebut. Jika dilihat dari hal materi yang dipelajari saat kuliah, materi yang dipelajari dari ketiga subjurusan tersebut hampir sama. Hanya berbeda saat tingkat tiga, itupun hanya beberapa matakuliah. Sedangan di tingkat dua, materi kuliahnya hampir sama semua, hanya berbeda satu SKS yaitu materi kuliah ALgoritma dan Struktur Data disingkat StukDat, untuk mahasiswa yang memilih IF akan mendapatkan 4 sks, sedangkan mahasiswa yang memilih IST akan mendaptkan 3 sks dan untuk mahasiswa IST mendapatkan matakuliah manajemen. Perbedaan yang dapat dilihat lagi adalah jika mahasiswa IF akan mendapatkan lebih banyak coding dalam hal perkuliahan, terutama bagi mahasiswa IF yang memilih subjurusan Science Computer akan lebih banyak melakukan coding.

Selain itu, jika dilihat dari peminatnya jurusan Informatika di ITB lebih banyak peminatnya dibandingkan dengan jurusan sistem Informasi. Hal ini mungkin dikarenakan jurusan STI adalah jurusan atau program studi yang baru dibuka di ITB dan kuota untuk jurusan ini adalah sekitar 30-50 orang.

Kemudian jika berbicara tentang prospek kerja saya akan mengambil dari artikel atau sumber tertentu sebagai berikut.

Prospek Lulusan Teknik Informatika
- IT Manager / CIO / CTO
- Engineer di bidang Software dan Network
- Rekayasa Perangkat Lunak dan Networking

Prospek Lulusan Sistem Informasi
- IT Manager / CIO / CTO
- Analis Systems dan design
- Database Analys / Administrator
- Software Applications

Prospek  Rekayasa Perangkat Lunak
 Para Sarjana Komputer (S.Kom) yang menyandang gelar Sarjana Teknik Informatika bidang keahlian rekayasa perangkat lunak memiliki peluang terbesar untuk bekerja pada berbagai sektor industri produk maupun jasa, untuk mengisi posisi pada departemen teknologi informasi (EDP) dan information system development, atau bekerja sebagai System Analyst, System Support, Database Administrator dan Programmer.
 
Bidang yang dapat ditekuni seorang sarjana Teknik Informatika secara umum, antara lain:
Programmer
Baik sebagai system programmer atau application developer, sarjana IF sangat dibutuhkan di berbagai bidang, misalnya bidang perbankan, telekomunikasi, industri IT, media, instansi pemerintah, dsb.
Software Engineer / Web engineer
Berperan dalam pengembangan perangkat lunak untuk berbagai keperluan. Misalnya perangkat lunak untuk pendidikan, telekomunikasi, bisnis, hiburan, dan sebagainya.
System analyst dan system integrator
Berperan dalam melakukan analisis terhadap sistem dalam suatu instansi atau perusahaan dan membuat solusi yang integratif dengan memanfaatkan perangkat lunak
Konsultan IT
Database Engineer / Database Administrator
Berperan dalam perancangan dan pemeliharaan basis data suatu instansi atau perusahaan.
Web Engineer / Web Administrator
Bertugas merancang dan membangun website beserta berbagai layanan dan fasilitas yang berjalan di atasnya. Ia juga bertugas melakukan maintenance untuk website tersebut dan mengembangkannya.
Computer network / Data Communication Engineer
Bertugas merancang aristektur jaringan, serta melakukan perawatan dan pengelolaan jaringan dalam suatu instansi atau perusahaan

Selain bidang-bidang profesional di atas, sarjana IF juga dapat bekerja di bidang lainnya. Misalnya di bidang pendidikan atau dalam bidang keilmuan dengan menjadi peneliti di lembaga-lembaga penelitian seperti di LIPI, BPPT, dan Badan Penelitian dan Pengembangan di perusahaan

Prospek Industri Teknologi Informasi

Posted August 20, 2008 by kuliahif07
Categories: Informasi

Di penghujung era 90′-an, berbagai industri Indonesia mulai menerapkan berbagai jenis sistem informasi dan aplikasi teknologi informasi seperti Enterprise Resource Planning (ERP) dan Supply Chain Management (SCM). Keberhasilan perusahaan-perusahaan besar Indonesia, seperti PT. Toyota Astra Motor (PT. TAM) dan United Tractors (UT) dalam menerapkan ERP, mendorong banyak perusahaan lain di Indonesia untuk menerapkan sistem informasi serupa dengan tujuan meningkatkan kontrol dan efisiensi proses-proses bisnis yang ada.
  Selanjutnya, memasuki abad 21, sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi telekomunikasi data, kita melihat penerapan Internet yang semakin luas baik di sektor swasta maupun pemerintah. Aplikasi e-commerce business-to-business (B2B) dan business-to-consumer (B2C), serta e-government tidak lagi menjadi istilah yang terlalu asing bagi masyarakat kita.
 
  Belakangan ini, munculnya aplikasi Customer Relationship Management (CRM) telah menjadi primadona proyek-proyek Information Technology (IT) di Indonesia. Bahkan, di Indonesia saat ini proyek-proyek teknologi informasi berskala besar (di atas 10 juta USD) seperti proyek sistem informasi Pemilu, sistem informasi PLN, dan sebagainya sudah mulai terdengar.
  Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa prospek untuk tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus di bidang IT sangatlah cerah. Statistik menunjukkan bahwa lulusan S-1 di bidang IT lebih mudah mendapatkan pekerjaan dan memperoleh tingkat penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bidang-bidang lainnya terutama apabila pekerja di luar negeri (US Bureau of Statistics). Sebagai contoh, para profesional IT Indonesia dengan pengalaman implementasi ERP (misalnya dari PT. TAM) banyak yang akhirnya direkrut untuk bekerja di luar negeri dengan penghasilan yang sangat tinggi untuk ukuran Indonesia (di atas 75,000 USD per tahun).

 

OHU (Open House Unit) ITB

Posted August 20, 2008 by kuliahif07
Categories: Artikel Saya

Kegiatan OHU tahun 2008 di ITB saat ini begitu meriah. OHU adalah singkatan dari Open House Unit, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 72 Unit Kegiatan yang ada di ITB. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyambut mahasiswa baru ITB sekaligus memperkenalkan unit-unit kegiatan yang ada di ITB. Unit yang ada di ITB bisa dikategorikan ke dalama tiga kategori. Yang pertama adalah unit Seni dan Kebudayaan, yang kedua adalah Unit Olahraga dan Pengembangan Diri dan yang ketiga adalah unit Keagamaan.

Acara OHU ini dibuka dengan adanya pawai dari semua Unit yang ada. Mahasiswa bisa melihat bahwa unit di ITB begitu banyak, dan mungkin kebanyakan orang akan bingung untuk memilih unit apa yang akan diikuti karena Unit di ITB begitu banyak dan menarik. Salah satu rangkaian kegiatan yang ada di OHU ini adalah penampilan dari masing-masing Unit kesenian dan kebudayaan. Mahasiswa di ITB bisa melihat kebaragaman budaya yang ada di Indonesia khususnya di ITB. Kebudayaan tersebut ada yang berasal dari Aceh sampai Papua, walaupun tidak semua kebudayaan yang ada di Idonesia di tampilkan saat acara ini.

Hal yang ingin saya soroti di acara ini adalah tentang begitu banyak perbedaan budaya yang begitu menarik dan indah dalam acara ini. Setiap mahasiswa dari unit kebudayaannya masing-masing menampilkan perpormance yang menarik dan menghibur. Saya sempat terpana melihat beberapa penampilan seni dari suatu daerah dan juga ada kolaborasi antara unit seni dan kebudayaan. Saat takjub melihat itu semua, saya ingat suatu surat dalam Al-Qur’an surah Al-Hujurat ayat 13.

Saya ingat bahwa dengan adanya perbedaan kebudayaan dan seni, maka kita bisa lebih mengenal satu dengan yang lainnya. Perbedaan yang ada itulah yang memberikan warna dan saling melengkapi dalam hidup kita. Kalau kita bayangkan, sangatlah tidak menyenangkan jika kehidupan kita tidak ada perbedaan budaya maupun perbedaan dalam hal keahlian, pendapat, perbedaan suku, warna kulitm perbedaan bahasa, dan lainnya.

Saya juga bisa mengambil satu esensi dari adanya acara OHU ini. Saya merenung saat melihat begitu banyak orang yang memiliki banyak keahlian pada bidang olahraga maupun bidang hobi tertentu. Yaitu setiap manusia telah diciptakan dengan Unik, manusia mempunyai keahliannya masing-masing. Ada manusia yang diciptakan lebih dalam hal keahlian berolahraga, ada juga yang diciptakan mempunyai kelebihan dalam hal keseniada dan kebudayaan, ada yang mempunyai keahlian dalam hal akademis. Semua itu membuat saya berfikir bahwa saya juga harus bisa profesional dalam bidang yang saya tangani, terutama dalam bidang Teknologi dan Sistem INFORMASI. Dunia tidak menuntut manusia untuk bisa segalanya, tapi kita hanya dituntut untuk profesional dalm bidang yang kita tekuni.

 

 

PETA PELUANG KERJA DI BIDANG TI

Posted August 16, 2008 by kuliahif07
Categories: Informasi

Peranan industri software sangat strategis, karena terkait dengan sektor ekonomis, dimana selain memberikan dampak yang luas terhadap perluasan kesempatan kerja, dan berusaha juga peningkatan atau pengembangan teknologi informasi dan untuk meningkatkan peluang investasi dan penyerapan tenaga kerja. Selain itu pula Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta penerapannya di berbagai bidang, telah  membuka peluang kerja cukup besar bagi profesional di bidang tersebut. Mereka dapat bekerja di perusahaan, instansi pemerintah, maupun dunia pendidikan.

Mengutip pernyataan Ir Stefanus Thomas Suhalim MCSE,  bahwa beberapa negara maju dan berkembang mulai merasakan tingginya kebutuhan tenaga kerja di bidang itu. Dia memberi contoh, Cina yang setiap tahun menghasilkan 200.000 tenaga profesional di bidang tersebut, pada akhir 2008 diperkirakan bakal mengalami kekurangan sebanyak 2,2 juta tenaga kerja TIK. Kenyataan serupa juga terjadi di Amerika. Dia mengutip laporan dari Information Technology Association of Amerika, pada tahun 2001 terbuka peluang bagi 900.000 tenaga kerja di bidang itu. Namun dari jumlah tersebut, 425.000 kesempatan tidak terisi. ”Mereka kekurangan pelamar yang memenuhi kualifikasi teknis dan nonteknis,” tuturnya.

Disisi lain, informasi tentang peluang kerja di luar negeri juga cukup besar dan banyak, khususnya peluang kerja di bidang teknologi informasi. Sebagai gambaran bahwa kebutuhan terhadap tenaga IT di bidang industri software baik di luar negeri maupun di dalam negeri, adalah sebagai berikut : Tenaga IT di luar negeri, untuk tahun 2015, diperkirakan 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan Tenaga IT domestik, berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri pada tahun 2010, target produksi 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 perorang, sehingga dibutuhkan tenaga kerja sekitar 327.813 orang. Dibawah ini disajikan sebuah tabel sebagai gambaran target export TI di Indonesia.

TARGET KUANTITATIF EKSPOR TEKNOLOGI INFORMASI DI INDONESIA

Target Ekspor dan Pertumbuhan Sektor Teknologi Informasi serta Produk Elektronika lainnya

(dalam satuan juta dollar AS)

 

SEKTOR

Th. 2000

Th. 2003

Th. 2010

 

Elektronika

 

1.900

 

2.500

 

4.000

Teknologi Informasi

1.200

1.800

14.000

Alat Rumah Tangga

420

500

1.500

Modul & Komponen

3.000

4.500

8.000

Lainnya

 

480

 

600

 

2.500

 

TOTAL

7.000

9.900

30.000

Sumber : Dinas Perindustrian Perdagangan & Koperasi DIY

INDIA Kekurangan Tenaga Kerja TI.

India menghadapi masalah kekurangan tenaga kerja berkemampuan bahasa-bahasa Eropa (non-Inggris) selama lima tahun mendatang. Hal ini diperlihatkan dengan dibukanya rekrutmen tenaga kerja asing sebesar 120.000 untuk menutupi kekurangan tersebut. Defisit SDM yang mampu berbahasa asing ini diungkap dalam sebuah laporan yang dilansir perusahaan riset Evalueserve. Meningkatnya permintaan layanan offshoring dari Eropa menyebabkan industri jasa TI India kekurangan sekitar 120.000 tenaga kerja yang memiliki spesialisasi bahasa-bahasa Eropa di luar Inggris. Sementara, perusahaan ini menghitung jumlah SDM India yang memiliki kemampuan seperti itu tak lebih dari 40.000 orang.
Untuk mengisi kekurangan tersebut, menurut Evalueserve bakal banyak kalangan industri TI dan business process outsourcing (BPO) India yang harus merekrut tenaga kerja asing dari daratan Eropa untuk melakukan pekerjaan seperti pengumpulan informasi, menangani dokumen-dokumen berbahasa non-Inggris, layanan berbasis voice dan proses-proses transaksi. Menurut Evaluaserve, meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dengan skill bahasa asing non-Inggris ini merupakan dampak dari upaya perusahaan-perusahaan offshoring India untuk menangkap peluang pasar outsourcing Eropa daratan. Selain itu, upaya ini ditempuh sekaligus untuk mengurangi risiko ketergantungan terhadap pasar Inggris dan Amerika Serikat. Seperti diketahui, lebih dari 80 persen order offshoring India berasal dari kedua negara itu.

Untuk menarik minat para pekerja asing, kalangan perusahaan offshoring India menawarkan paket kompensasi yang menarik, kata studi itu. Adapun yang dicari adalah para pekerja yang bergelar teknik maupun bisnis, serta memiliki skill bahasa Belanda, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol atau Rusia. Tapi, di sisi lain, bukan berarti tenaga kerja berbahasa Inggris tersedia secara melimpah, meski diakui bahasa Inggris sudah menjadi semacam bahasa kedua bagi warga India. Pada suatu kesempatan di sebuah konferensi bisnis offshoring di New Delhi beberapa waktu lalu, seorang eksekutif perusahaan business process outsourcing India, Dan Sandhu mengingatkan bahwa dari sekitar dua juta lulusan universitas India yang sanggup berbahasa Inggris, hanya sebagian kecil yang benar-benar sesuai untuk pekerjaan menghadapi pelanggan di perusahaan-perusahaan offshoring.

Pasar Jasa TI Malaysia Menjanjikan.

Meski menghadapi persaingan yang ketat, seperti perang harga dan semakin berkurangnya life-cycle teknologi-teknologi terbaru, pasar jasa TI Malaysia tetap menjanjikan pertumbuhan yang tinggi. Menurut laporan IDC, akibat stagnasi pasar, perusahaan-perusahaan jasa TI di Malaysia mendapat tekanan untuk bergeser dari pola system integration (SI), yang mendapatkan pemasukan berbasis jumlah man-month , ke model layanan yang mendapatkan kompensasi berbasis nilai ( value-based ) dan memperluas marjin keuntungannya dalam lingkungan TI yang dinamis.

Katherine Chan, analyst, Services Research, IDC Malaysia , mengatakan bahwa di pasar SI Malaysia, permintaan aplikasi enterprise, baik dalam bentuk paket atau yang sudah dikustomisasi, akan tetap tumbuh dua dijit dengan pertumbuhan tahunan sekitar 11,6 persen. Menurut dia, selain didorong munculnya teknologi-teknologi dan delivery model baru, peluang pertumbuhan pasar juga bakal muncul dari aplikasi implementasi RFID ( Radio Frequency Identification ), aplikasi virtualisasi dan aplikasi-aplikasi lainnya. “Selain itu, network consulting dan network integration akan terus mendorong pertumbuhan pasar ini, khususnya ketika konsep ubiquitous computing mulai melekat di komunitas pengguna,” ujarnya.

Berdasarkan riset IDC, pasar jasa TI Malaysia tahun 2004 mencapai 801,81 juta dolar, atau tumbuh 29 persen dibanding tahun 2003. Dari jumlah itu, pasar konsultasi dan integrasi sistem TI merupakan pangsa pasar jasa TI tertinggi dengan pangsa 42 persen, diikuti pasar support dan training TI sebesar 33 persen dan alihdaya 25 persen. “Didorong dengan kuatnya permintaan jasa alihdaya, pasar jasa TI Malaysia diperkirakan akan tumbuh 16,3 persen dalam kurun waktu 2004-2009,” kata IDC.

Menurut IDC, dalam jangka panjang, proyek-proyek alihdaya akan meningkat. Pada saat yang sama, perusahaan-perusahaan juga akan semakin banyak memanfaatkan alihdaya untuk merasionalisasikan investasi TI-nya, misalnya dengan memanfaatkan sistem sharing , menggunakan jasa application service provider (ASP), pengalihdayaan manajemen pengoperasian infrastruktur sistem, dan seterusnya.

Di segmen IT deployment and support , pertumbuhan perawatan perangkat keras dan piranti lunak akan semakin berkurang. Menurut IDC, perusahaan-perusahaan akan semakin banyak yang menoleh ke para value-added service provider . Tawaran layanannya lebih dinamis dengan mengambil alih tanggung jawab maintenance menggunakan model managed service , bukan pola tradisional seperti model annual maintenance service.
Potret Bisnis Teknologi Informasi Indonesia
dibanding negara-negara ASEAN
  
       Status Pengguna Teknologi Informasi di Indonesia  :
• 120,000 users vs 200 million of population (1998)
• Very Small in ratio and Low Penetration
• 50% Growth
• Tahun 2000 Forecast  : 150.000 Users
• Tahun 2005 Forecast  : 250.000 Users
• 1,200 Local Homepages Web Sites
• ISP (Commercially Operational) :  41 Licenses

Nah, kalau melihat situasi seperti diatas, akan sangat mengenaskan jika orang Indonesia yang bergerak di bidang Teknologi Informasi tidak bisa mendapatkan pekerjaan semacam itu. Masalahnya memang tidak mudah. Mungkin memang kemampuan tenaga TI di Indonesia belum memadai ?. Selain masalah teknis ada juga masalah bahasa Inggris. Seringkali saya menjumpai orang yang memiliki kemampuan teknis akan tetapi bahasa Inggrisnya sangat jauh dari memuaskan. Mau tidak mau, bahasa Inggris merupakan bahasa yang harus kita kuasai. Pekerja dari India, Singapura, dan Malaysia tidak  memiliki kendala di bahasa ini, meskipun pekerja dari Cina mengalami masalah yang sama dengan yang kita hadapi.

Pekerja dari Indonesia sebenarnya mulai disukai oleh perusahaan di kawasan Asia karena ada beberapa masalah dengan pekerja dari negara lain. Misalnya, Hongkong membatasi jumlah pekerja dari Cina. Sementara pekerja dari India kurang disukai karena mereka menggunakan negara Asia hanya sebagai batu loncatan untuk bekerja di Amerika. Pekerja Indonesia juga dikenal (sebagian besar) akan pulang setelah pekerjaan kontrak selesai sehingga tidak menjadi beban negara yang ditempati. (Tidak menjadi warga negara disana). Jadi sebenarnya kesempatan orang Indonesia untuk bekerja di luar negeri cukup baik.

Peluang kerja di bidang Teknologi Informasi lainnya, yang saat ini masih banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan baik di dalam maupun di luar negeri adalah :  IT Help Desk, AutoCAD Drafter, Sales, Project Manager, Computer Operator, Teknisi Komputer, WebMaster, Web Chief Editor, Web Administrator, Manager Web Content, Unix Admnistration Manager, Director Software, Java Developer, Network Manager, System Architect. (sumber : www.i2bc.org/news/itnews3.htmlwww.jobsdb.com )

Tata Sutabri S.Kom, MM


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.